9 Faktor Penyebab HP Mati Setelah di Flash

Posted on

HP Mati Setelah di Flash – Proses flashing merupakan suatu tindakan perbaikan software [ Firmware ] baik itu untuk kerusakan Hang, lemot Atau mati total sekalipun. Namun terkadang tindakan yang bertujuan Untuk perbaikan ini malah menjadi pemicu kerusakan baru HP menjadi mati total Lantas apa saja yang menyebabkan HP mati total seusai di Lakukan Flashing.

1. Baterai Kosong – saat proses flashing Komputer dan HP Secara terus menerus melakukan komunikasi, Baik saat Menulis maupun pengiriman isyarat Hp ke komputer bahwa file sudah di terima dan tertulis pada HP. Kurangnya atau kosong kapasitas Baterai mengakibatkan Interaksi antara HP dan komputer menjadi terputus sehingga Flashing Gagal dan HP Mati total.

2. Firmware / ROM tidak cocok – Setiap HP tersusun atas beberapa bagian dengan hardware yang berbeda, Firmware yang di masukan ke dalam Hp akan di terjemahkan kemudian di oleh melalui hardware tersebut, ketidak cocokan antara firmware yang baru saja di masukan mengakibatkan Hardware tak mampu menerjemahkan isi dari firmware tersebut.

3. Salah Prosedur – layaknya organisasi dalam sebuah perusahaan, terdiri dari beberapa bagian dan instuisi yang masing-masing memiliki tugas pekerjaan khusus. Begitu pula dengan Firmware terbagi atas beberapa bagian Pokok Utama. Kesalahan prosedur Pengisian tahap Bagian Firmware menyebabkan Pemecahan / Extract firmware ke HP menjadi gagal.

4. Salah Memasukan File Firmware – seperti yang sudah di sebutkan pada point ke 3 bahwa tiap bagian firmware / ROM memiliki tugasnya masing-masing jadi pastikan Anda memasukan Firmware sesuai dengan kolom isian pada tool Flasher tersebut. Misalnya untuk Paket CSC File masukan pada Kolom CSC. jangan di masukan Ke Kolom isian Paket firmware lain.

5. Firmware Corrupt – Secara kasat mata kita tak dapat menganalisa Firmware Corrupt [Cacat] untuk itu dalam konteks mengecheck Firmware Corrupt dan tidak hanya bisa di lakukan Dengan metode Swap, Gunakanlah beberapa Firmware untuk di Flash kan agar mengetahui firmware tersebut cacat / tidak.

6. Hardware Rusak – ini hal yang paling menyulitkan seorang teknisi HP. Sering sekali terjadi kerusakan HP mati total setelah di lakukan Flashing, padahal Sebelum Flashing HP hidup Normal. meski hanya memiliki masalah kecil lemot dan password terkunci. Kerusakan karena hardware akan menyebabkan proses Flashing gagal Sehingga yang tadinya HP normal menjadi Mati karena gagal Flashing. Inilah sebagian dari Resiko teknisi Hp yang perlu kita ketahui.

7. Kabel Kurang baik – Pastikan anda menggunakan kabel data Grade / kualitas terbaik. Kabel jelek menyebabkan komunikasi HP dan komputer terputus sehingga flashing gagal HP mati total.

8. Tool Flasher tidak kompatibel – setiap flasher memiliki Versi dan kecocokan terhadap model dan merk HP biasanya ini di jelaskan pada Spec saat di Rilis aplikasi tersebut. Untuk itu pastikan Bahwa tool Flasher Cocok dan Kompatibel agar Flashing berjalan dengan Sempurna.

9. Mati Listrik – Pes mati listrik sangat menyebalkan jika saat Writing tiba-tiba listrik mati. Apalagi jika kita menggunakan metode flashing melalui Kabel data modus Normal, kita tidak dapat melakukan flashing lagi karena HP mati Akibat gagal proses Penulisan. Untuk memperbaiki hal tersebut kita wajib menggunakan BOX Flasher.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *